Rabu, 17 Mei 2017

Kenangan Tentang Gedi Cah

Pagi kembali baru, burung-burung gaduh berciap-ciap. Matahari sudah terik sejak tadi. bangun dan menikmati pagi hampir tak pernah terlaksana, mana mungkin terlaksana jika bercengkerama dengan gelap selalu sampai lewat tengah malam bahkan kadang sampai subuh. Kenyataannya Katup kelopak mata ini masih setia terpejam hingga pukul sepuluh. Suara burung yang tadi gaduh sudah hilang sama sekali. akhirnya aku bangun dan menuruni tangga pelan-pelan lalu menuju jendela. Hari sudah bergulir setengah ketika gorden kuningku kusibakkan dan aku masih saja mengambil duduk sebentar sebelum memutuskan untuk memasak. Bingung untuk menyiapkan menu makan siang mengingatkanku tentang mama yang pintar memasak. Aku tak pernah lupa enakknya sayur gedi cah buatan mamaku yang sangat melegenda dalam kelurga. Aku telah banyak mencoba menu yg sama buatan orang lain tapi tak pernah menemukan rasa yang benar-benar sama persis. Kalau sudah seperti ini sedih pasti jadi pilihan tingkat tinggi karena sampai kapan pun tak akan pernah menikmati masakan itu lagi. Kenangan tentang gedi cah akhirnya membuatku meratapi hari ini. Hidup tak pernah sama lagi!!!


6/7/17 paal4 14:30

Kamis, 11 Mei 2017

SEBELAS MENJELANG DUA BELAS

Satu jam menuju pergantian hari dan duduk-duduk sambil berpikir-pikir selalu menjadi akhir yang setia di penghujung waktu yg tersisa, iya untuk hari ini, kemarin dan hari yg telah lalu-lalu. Keinginan untuk melakukan ini dan itu tampaknya masih buah pemikiran saja. Lelah dan penundaan selalu mengintai dan tiba-tiba keluar ketika niat untuk itu siap menetas.
Satu gelas penuh gohu dingin pun menjadi icipan segar sebagai menu penutup hari. Tapi kemudian menu kadang-kadang ini jadi sedikit banyak menggelitiki kerongkongan sehingga batuk rupanya ingin bertamu. Serak-serak suara dan gatal kerongkoan akhirnya membawa petiduranku sepertinya jauh dari lelap. Ah!!!!

Paal4 12/5/2017 12:13am

Minggu, 07 Mei 2017

Hello 2017

Ini hari minggu tanggal 7 bulan 5 tahun 2017, tepat setahun mencumbui udara bandara internasional sam ratulangi manado. Tidak banyak perubahan yang sempat terlihat dari mobil nene nancy waktu kepulangan itu. Maklum gelap😀. Pulang dengan meninggalkan carut-marut kenangan di negeri matahari terbit bikin hati ini gundah karena menyadari indonesia jauh lebih di belakang, dan nyatalah kalau saya harus kembali mengenyam kehidupan di negara ini. Hari ini menjadi bukti bahwa jam sudah berputar sedemikian laju sehingga tanpa terasa satu tahun benar-benar seperti baru tadi sore, terlalu cepat!

*paal4 8/5/17 12:20am