20 juli sudah lalu. Kamu juga masih yang lalu yang hidup di masa kini-ku. Mengingat kecilmu itu membuatku merasa tua hari ini. Kecilmu itu kadang-kadang bertengger lama dalam ingatan, dan walaupun kecilmu yang manis tidak semanis coklat panas di Gusto Nakaminato namun cukup untuk membuatku duduk terlalu lama dan menerawang jauh ke masa lalu. Kisah kecilmu itu lalu secara nyata menjadi sepotong serpihan masa belasan tahun-ku. Dimana ada serpihan disitu juga ada keretakan. Tak begitu mengerti apa yang kemudian retak tapi sampai kini kadang-kadang sedih juga kalau mengingat. Pura-pura lupa namun yang lebih tragis dari semuanya adalah hidup ini tidak pura-pura. Omong-omong selamat ulang tahun. (meski terlambat delapan puluh dua hari)
*photo by: Franicko Ryan Pongoh












