kicauan burung diluar sana entah perkutut atau kenari tak tahulah, trus ada bunyi jendela sorong berderak dari apaato sebelah. rupanya tetangga sebelah mungkin baru bangun tidur. haahaaaa sama!
tak tahu apato yang satu lagi. tak ada tanda-tanda kematian tapi sunyi.masih lelapkah mereka? biarkan saja! rencana untuk melancong sudah matang sejak malam tadi dan sebetulnya awakenya sudah dari tadi... jam 5! sebenarnya juga saya sudah mau mengangkat tubuh ini untuk tak setia lagi sama bantal tetapi mata ini sungguh rindu untuk tetap terkatup, maka akhirnya detik jam terus berlalu membuai aku dalam nyenyaknya selimut merah berbulu lembut. sebenarnya tidak apa-apa juga kalau saya berbaring sampai capek melanda. kayaknya juga sudah terlambat untuk membawa kaki ini melangkah kemana saja dia mau, tapi masih ada tujuh jam sebelum cahaya kembali berpulang, jadi mari bergerak. sebentar lagi sibuk akan segera berkunjung dan tak ada waktu lagi untuk bisa bepergian dan bisa poto ini poto itu apalagi checkin sana checkin sini..... wkwkwkwkkwkwk:D
Rabu, 08 Oktober 2014
Home »
diary daong lemong
» Tentang cerita lembar ke delapan di musim gugur jam sebelas siang








0 komentar:
Posting Komentar