Ini malam ke dua aku harus tidur sambil terisak-isak. Membiarkan guling yang berbalut seprei merah muda dengan mudahnya digenangi aliran air yang jatuh tanpa hambatan dari pelupuk mataku yang sedang lelah sebetulnya.
Lantunan lullaby sudah sedari tadi terdengar riuh di kamar sempit ini menemani malam kelabu yang baru saja berlalu enam jam, dan aku masih setia dengan ingatan tentang dia. Tentang dia yang kunamai lamunan. Lamunan kemarin yang tak selesai yang masih bertengger di sudut hati yang porak poranda oleh kegalauan dan yang terbawa arus patah hati.
Hati yang patah siapakah yang dapat membalutnya?
Tak ada yg membawakanku p3k
padahal aku sedang celaka....
yaa..
hatiku sedang patah
dan aku perlu p3k..
Sayang tak ada apa-apa disini pun tak ada siapa-siapa hanya aku dan cicak di dinding..
//midnight ke 30 dibulan mei 2016
Jam ponsel 1:18 am waktu bagian Tokyo








0 komentar:
Posting Komentar