Selasa, 14 Juni 2016

Tentang sepatu hak tinggi bling-bling

Hari ini aku kedatangan tamu kecil beranjak remaja.. haha..dia adalah anak perempuan tertua kakakku. Pakai baju putih bergambar kepiting bertuliskan *my treasure* dan celana jeans seperempat dan sepatu bling2 kesayangannya. Datang dengan membawa tas selempang krem berpita merahmuda bikin aku sedikit kaget, Sebentar lagi dia akan melewati tinggi badanku. Tiga minggu tak bertatap tampaknya dia lebih tinggi sekitar 5cm(mungkin).

Setiba dia langsung duduk dan mengeluarkan jubah penamatannya yang berwana biru.. ahhh cepat sekali dia jadi besar, padahal aku rindu dia yang dulu. Waktu kecil dia tak bisa menyebut namaku dengan jelas disuruh bilang 'filda' dia tak bisa maka jadilah 'pida'dan sampai hari ini dia memanggilku "ma'pida". bulan depan kalau Tuhan berkenan dia akan berulang tahun ke dua belas tahun. Dua belas tahun cepat sekali berlalu padahal senyum imut-imutnya ketika baby masih melekat dalam ingatan dan sekarang kalau berfoto selfi tampaknya dia kecewek-cewekan. 😁Masih ingat kata pertama ketika belajar bicara dia menyebut "pekong-pekong" entahlah itu apa.. wkwkwwk😁 dan sekarang bahkan mungkin dia sudah tau berdusta😂

aku sedang melap buku-buku yang kutinggalkan sejak tiga tahun lalu dan  teringat kalau aku tak mendapati sepatu hak tinggi bling-bling yang ku pakai waktu wisuda selesai studi di unsrat tujuh tahun lalu tak berada pada tempatnya. Aku telah menduga kalau anak jangkung ini telah membawa pergi sepatuku itu dan inilah saatnya untuk menginterogasi haha😁
Pertama menginterogasi dia tak mengakui mungkin nada bicaraku agak tinggi jadi dia takut😀 baguslah yaaa kalau dia takut. dia tak berani menatap mataku ketika itu .. itu tandanya dia sedang berbohong.. dia bilang tidak dengan menggeleng kepala tapi sambil membalik2 dan pura2 membaca buku pintar memelihara anjing yang baru saja aku lap. Akupun mulai memelankan nada dan bertanya lagi tidak ada orang lain yg memasuki kamarku selain dia mana mungkin oma mengambilnya sedangkan oma memiliki kaki besar. Akhirnya dia pun bilang kalau dia membawa sepatu itu untuk di sol 😂😂 karena takut waktu dulu dipakainya bermain  haknya  tercabut😁. Sebetulnya aku ingin marah karna sepatu itu adalah sepatu kesayangan. Tapi akupun teringat kisah masa kecil dulu kalau bermain di rumah ingin sekali memakai tas mama dan sepatu mama kalau mama tidak ada di rumah.. hahaha... anak perempuan kecil memang dari dulu seperti itu yahhh suka tampil seperti mamanya.. pernah suatu ketika mama mendapati tasnya dan sepatunya aku pakai untuk main arisan-arisan bersama teman tapi waktu itu mama tidak memarahi habis-habisan mama hanya bilang nanti sepatunya rusak katanya kalau aku juara kelas nanti hadiahnya sepatu hak tinggi seperti punya mama.
.
.
ahhhh jadi kangen mama lagi...
Karena ingat itu aku akhirnya tidak jadi marah malah jadi senyum-senyum sendiri😁😁

0 komentar:

Posting Komentar