Lilin lenyap dibawa tinggalah aku berteman dengan segelas air putih yang barusan ku rebus beberapa menit lalu. Lampu sedang padam untuk waktu yang tak pasti. biasanya aku takut sendiri, ternyata mencoba bergaul dengan kegelapan tak terlalu menyeramkan juga. baling-baling kincir di atas holand bakery yang berputar tanpa henti jadi pemandangan syahdu tadi waktu jam tujuh lewat lima belas. Langit yang cerah dengan bulan seperempat lingkaran serta hiruk-pikuk kota Tomohon membuat penungguanku yg tak berujung tampak menyedihkan. Jadi ingat waktu tante berhandphone samsung champ bertanya jemputanku. Sebetulnya aku memang sedang menunggu, tapi entah siapa. jalanan yang tadinya penuh sesak berangsur lenggang. Tak terasa empat puluh lima menit berlalu menyisakan aku yang penuh ketidakpastian. akhirnya penantian tinggallah harapan. malam ini kelabu lagi.








0 komentar:
Posting Komentar