Minggu, 10 September 2017

11/9/1960

September lagi dan lagi, hingga hari ini sudah dua puluh sembilan kali september  namun yg benar2 teringat tentang september belakangan ini adalah tentang ulang tahunmu yang tak pernah lagi dirayakan.
Hari rabu minggu yang lalu aku pergi ke "lepo" kebun padi kita yang tidak lagi ditanami padi. Sejenak berdiri di tempat dimana "sabuah" kecil kita dulu dan melihat  keluarga kita dalam ingatan. Aku dua puluh empat tahun lalu yang berambut pendek berjalan di "litir", mama yang sedang memanggil angin sambil "mah-aya" padi, dan papa yang "mah-wangkal" ketimun di kebun sebelah bawah. Sayang tidak ada kakak (dia masih di sekolah). Penglihatan dalam ingatan itu merupakan beberapa penggalan kenangan yang terlupa dalam bertahun-tahun namun mengharu-biru dalam lima belas menit di hari rabu pagi itu. Hari ini ada ibadah ulang tahun di rumah kita,  ada  makan-makan kecil, namun yang dirayakan bukan ulang tahun-mu lagi. Padahal aku rindu perayaan ulang tahunmu yang sederhana. Ulang tahunmu tak pernah benar-benar dirayakan namun kesederhanaan ulang tahunmu yang lalu-lalu itu membuatku kangen.

* Entah akan ada berapa september lagi untukku.. Kehilangan memang selalu tragis!!

0 komentar:

Posting Komentar